Senin, 06 April 2015

PENYULUHAN HIPERTENSI


Pengertian hipertensi.
Hipertensi adalah terjadinya kenaikan darah sistolik (atas) 140 atau lebih dan tekanan darah diastolik (bawah) 90 atau lebih. Disebut hipertensi apabila seseorang yang terkena:
1. Telah berumur 18 tahun atau lebih.
2. Bila 2 kali kunjungan berbeda tekanan diastolik 90 atau lebih.
3. Beberapa kali pengukuran dengan hasil tekanan sistolik menetap 140 atau lebih.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi.

§ Riwayat keluarga dengan hipertensi
§ Umur
§ Kegemukan
§ Merokok
§ Stress
§ Alkohol
§ Obat-obatan
§ Kurang olah raga
§ Makanan berlemak
§ Berhenti Haid
§ Penyakit (DM,Jantung,Ginjal)

Komplikasi.
Stroke
Penyakit jantung koroner
Gagal jantung
Penyakit ginjal
Penyakit pembuluh darah perifer (misal gejalanya semutan)

 Pencegahan dan Perawatan hipertensi.
Pertahankan BB ideal
Olah raga
Batasi pemakaian garam
Hindari konsumsi alkohol
Tidak/berhenti merokok
Makan banyak buah & sayuran 
Hindari minum kopi berlebihan
Rekreasi
Hindari/atasi stress
Cek tensi teratur/bulan (bila umur >40th)

Bagi yang sudah sakit:
1.  Berobat secara teratur.
2.  Mentaati aturan minum obat.
3.  Konsultasi,bila akan minum obat lain.

Apa itu diit Hipertensi ?
Diit hipertensi adalah jenis dan komposisi makanan yang diatur untuk penderita hipertensi.

Tujuan  Diit Hipertensi.
Tujuan utama diit hipertensi adalah untuk menysuaikan dan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga dapat:
1.  Menurunkan tekanan darah hingga normal.
2.  Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk.
3.  Membantu mengurangi timbunan cairan dan garam.

Makanan yang boleh dikonsumsi.
1.  Sumber kalori kompleks seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, gula, hunkwe, makroni, mie, bihun, roti dan biskuit.
2. Sumber protein hewani (daging dan ikan maksimum 100 gram/ hari, telur 1 butir/ hari, dan susu 200 gram/ hari) dan protein nabati (tahu, tempe, dan kacang-kacangan).
3. Sayuran dan buah-buahan. Banyak terdapat kalium (potasium) dan magnesium. Kalium merupakan ion utama dalam cairan intraseluler. Semakin banyak kalium dikonsumsi. Maka konsentrasinya dalam cairan intraseluler meningkat, sehingga cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah.

Makanan yang dibatasi.
1. Untuk diet rendah garam ini, penggunaan daging/daging ayam/ikan dibatasi paling banyak 100 gram per hari, telur Ayam/telur bebek, paling banyak 1 butir sehari
2.  Susu paling banyak 200 cc sehari
3.  Minuman dan sari buah dalam kemasan.

Makanan yang tidak boleh dikonsumsi.
1.  Makanan yang banyak mengandung garam
2.  Makanan yang banyak mengandung kolesterol
3.  Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh
4.  Makanan yang banyak menimbulkan gas

Bagaimana sebaiknya cara memasak?
1.   Makanan akan lebih enak apabila ditumis, digoreng, dipanggang walaupun tanpa garam
2. Rasa tawar dapat diperbaiki dengan menggunakan bumbu-bumbu yang tidak mengandung natrium seperti; bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, salam, gula merah, cuka dsb.
3.   Bila menggunakan makanan jadi, sebaiknya membaca label.
4.   Kata sodium/natrium (Na) menunjukan adanya garam.
5.   Merebus,mengkukus,menumis, memanggang atau membakar. Sebagian dari sayuran sebaiknya makan mentah atau sebagai lalapan.

Bagaimana mengatur diit?
1.  Hindari penggunaan kelapa, minyak kelapa,lemak hewan, margarine,mentega sebagai pengganti gunakan minyak kacang atau minyak jagung dalam jumlah tertentu.
2.  Batasi penggunaan daging hingga 3 kali seminggu dengan paling banyak 50 gram tiap kali makan, makanlah ikan air tawar sebagai pengganti.
3.  Gunakan susu skim sebagai pengganti susu penuh.
4.  Batasi penggunaan telur hingga hanya 3 kali seminggu.
5.  Gunakan sering tahu,tempe, dan hasil kacang-kacangan lainya.
6. Batasi penggunaan gula, makanan dan minuman manis seperti sirup, coca cola, limun, permen,dodol, coklat, kolak, es krim.
7.   Makanlah banyak sayuran dan buah-buahan







Kamis, 05 Februari 2015

PENGOBATAN TBC


PENGOBATAN TBC
Pengobatan TBC Kriteria I (Tidak pernah terinfeksi, ada riwayat kontak, tidak menderita TBC) dan II (Terinfeksi TBC/test tuberkulin (+), tetapi tidak menderita TBC (gejala TBC tidak ada, radiologi tidak mendukung dan bakteriologi negatif) memerlukan pencegahan dengan pemberian INH 5–10 mg/kgbb/hari.
Pencegahan (profilaksis) primer
Anak yang kontak erat dengan penderita TBC BTA (+).
INH minimal 3 bulan walaupun uji tuberkulin (-).
Terapi profilaksis dihentikan bila hasil uji tuberkulin ulang menjadi (-) atau sumber penularan TB aktif sudah tidak ada.
Pencegahan (profilaksis) sekunder
Anak dengan infeksi TBC yaitu uji tuberkulin (+) tetapi tidak ada gejala sakit TBC.
Profilaksis diberikan selama 6-9 bulan.
Obat yang digunakan untuk TBC digolongkan atas dua kelompok yaitu :
Obat primer: INH (isoniazid), Rifampisin, Etambutol, Streptomisin, Pirazinamid.
Memperlihatkan efektifitas yang tinggi dengan toksisitas yang masih dapat ditolerir, sebagian besar penderita dapat disembuhkan dengan obat-obat ini.
Obat sekunder: Exionamid, Paraaminosalisilat, Sikloserin, Amikasin, Kapreomisin dan Kanamisin.
Dosis obat antituberkulosis (OAT)
Obat
Dosis harian
 (mg/kgbb/hari)
Dosis 2x/minggu
 (mg/kgbb/hari)
Dosis 3x/minggu
(mg/kgbb/hari)
INH
5-15 (maks 300 mg)
15-40 (maks. 900 mg)
15-40 (maks. 900 mg)
Rifampisin
10-20 (maks. 600 mg)
10-20 (maks. 600 mg)
15-20 (maks. 600 mg)
Pirazinamid
15-40 (maks. 2 g)
50-70 (maks. 4 g)
15-30 (maks. 3 g)
Etambutol
15-25 (maks. 2,5 g)
50 (maks. 2,5 g)
15-25 (maks. 2,5 g)
Streptomisin
15-40 (maks. 1 g)
25-40 (maks. 1,5 g)
25-40 (maks. 1,5 g)
EFEK SAMPING PENGGUNAAN OBAT TBC

Isoniazid/INH (H)
Efek samping berat : hepatitis
Efek samping ringan: tanda keracunan pada saraf tepi, kesemutan, nyeri otot dan gangguan kesadaran
Penanganan efek samping ringan : pemberian piridoksin (vitamin B6) 5 - 10 mg/hari

Rifampisin (R)
Efek samping berat: hepatitis, sindroma respirasi (sesak nafas, kadang disertai syok), purpura, anemia hemolitik akut, syok dan gagal ginjal
Efek samping ringan: sindroma gangguan kulit (gatal dan kemerahan), sindroma flu (demam, minggigil dan nyeri tulang), sindroma perut (nyeri perut, mual, muntah, kadang diare)
Rifampisin dapat menyebabkan warna merah pada air seni, keringat, air mata dan air liur.

Pirazinamid (Z)
Efek samping berat : hepatitis, serangan Gout
Efek samping lain : demam, mual, kemerahan

Streptomisin (S)
Efek samping berat : kerusakan syaraf ke-8 (keseimbangan dan pendengaran)
Efek samping ringan: demam, sakit kepala, muntah, eritema, reaksi pada bekas suntikan, kesemutan di sekitar mulut dan telinga
Streptomisin dapat menembus plasenta.

Etambutol (E)
Efek samping : berkurangnya ketajaman penglihatan, buta warna (warna merah dan hijau)
Pengobatan TBC pada orang dewasa
· Kategori 1 : 2HRZE/4H3R3
Selama 2 bulan minum obat INH, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol setiap hari (tahap intensif), dan 4 bulan selanjutnya minum obat INH dan rifampisin tiga kali dalam seminggu (tahap lanjutan).
Diberikan kepada: 
Penderita baru TBC paru BTA positif.
Penderita TBC ekstra paru (TBC di luar paru-paru) berat.
· Kategori 2 : HRZE/5H3R3E3
Diberikan kepada: 
Penderita kambuh.
Penderita gagal terapi.
Penderita dengan pengobatan setelah lalai minum obat.
· Kategori 3 : 2HRZ/4H3R3
Diberikan kepada: 
Penderita BTA (+) dan rontgen paru mendukung aktif.
Pengobatan TBC pada anak
Adapun dosis untuk pengobatan TBC jangka pendek selama 6 atau 9 bulan, yaitu:
2HR/7H2R2: INH+Rifampisin setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH +Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 7 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).
2HRZ/4H2R2: INH+Rifampisin+Pirazinamid: setiap hari selama 2 bulan pertama, kemudian INH+Rifampisin setiap hari atau 2 kali seminggu selama 4 bulan (ditambahkan Etambutol bila diduga ada resistensi terhadap INH).
Pengobatan TBC pada anak-anak jika INH dan rifampisin diberikan bersamaan, dosis maksimal perhari INH 10 mg/kgbb dan rifampisin 15 mg/kgbb.
Dosis anak INH dan rifampisin yang diberikan untuk kasus:
TB tidak berat

INH
: 5 mg/kgbb/hari

Rifampisin
: 10 mg/kgbb/hari
TB berat (milier dan meningitis TBC)

INH
: 10 mg/kgbb/hari

Rifampisin
: 15 mg/kgbb/hari

Dosis prednison
: 1-2 mg/kgbb/hari (maks. 60 mg)